By amalkaybee
Negarawan
Cemeti itu terlibas tepat mengenai mukanya. Sosok gelap dan kerdil keding itu terjelopok ke tanah, di tengah-tengah laluan keramaian. Umar ibn Hisham, atau Abu Jahal ketawa besar. Cemetinya masih terlibas-libas, "Tilik kaki belibisnya! Tilik kaki belibisnya! Dan Muhammad menduga agama kita dengan rawak...
artikel, bicarailmu, cinta, dakwah, dakwahwatarbiyyah
You’re about to leave Blogged.my for an external website we don’t control. Its content is the responsibility of its author, not an endorsement by us.
We’ll take you there in a moment. Logged-in members go straight to posts — why not sign up?