By amalkaybee
GIZA
Jemarinya menari-nari di atas buku yang dipegang. Risau. Bimbang. Tidak keruan. “Janji pukul berapa?” Lelaki 30-an yang baru dikenalnya menyapa. “Dua belas.” Ayid membalas sepatah. Jarinya masih menari-nari. Dalam keresahan, mood membaca terus hilang. Lelaki 30-an tadi memeriksa jam...
bicarailmu, dakwah, dakwahwatarbiyyah, hati, ibadah
You’re about to leave Blogged.my for an external website we don’t control. Its content is the responsibility of its author, not an endorsement by us.
We’ll take you there in a moment. Logged-in members go straight to posts — why not sign up?